Kurang lebih 9 bulan aku berada dalam perut ibu, selama itu ibu mengandungku, dan selama itu pula aku menjadi beban yang mengisi tubuh indahnya. Akan tetapi hal itu tidak pernah membuat beliau sedih. Beliau dengan tulus menjagaku dan menyayangiku, hingga pada hari Sabtu, 30 November 1991 aku dilahirkan ke dunia ini.

Aku dilahirkan dilahirkan di Desa Ranterejo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Arti Sebuah Nama
Aku diberi nama Nur Chanif Muflichah, yang artinya:

Nur= Cahaya

Chanif= orang yang teguh, bersih,lurus,suci.

Mufilichah= wanita yang beruntung

itulah dibalik arti nama lengkapku. Namun terkadang nama itulah yang membuatku minder, mengapa?

karena tak sedikit teman yang beranggapan bahwa namaku seperti nama anak laki-laki. Hal itu kurasakan sejak aku duduk di bangku Sekolah Dasar. Pernah juga teman-teman menertawakanku. Bukan hanya menertawakan, tetapi anehnya mereka merasa kesulitan ketika mengucapkan nama lengkapku. Namun bukan hanya teman-temanku, bapak ibu guru juga merasa kesulitan untuk mengucapkan nama lengkapku, terutama ketika presensi, satu demi satu siswa-siswi dipanggilnya. dan pada saat urutan saya yang dipanggil terkadang guru tersebut berhenti sejenak untuk mengeja namaku, atau beliau salah dalam mengucapkan namaku. Hal tersebut terjadi pada para guru-guru SD, namun sampai aku masuk SMP, SMA, dan perguruan tinggipun hal itu masih saja terjadi, ketika mengucapkan maupun membacakan namaku. Dan ketika itu teman-teman menertawakanku.

Pernah aku bertanya kepada bapak dan ibuku, “Siapa yang memberi nama untuku?”

merekapun menjawab, “Yang memberikan nama bapak&simbah kakung(orangtua dari bapak), itu adalah nama yang baik, makna yang terkandung didalamnya pun bagus skali sayang”.

“Dan ketika aku bertanya apa arti dari namaku pak?”

bapakpun menjawab. “Carilah nak, kelak kamu akan tahu apa arti namamu”.

Tidak cukup sampai disini, akupun masih penasaran dengan arti nama lengkapku, akupun mencari tahu dan bertanya kepada Eyang putri(ortu dari ibu). “Eyang, siapa yang memberi namaku?”

Eyangpun menjawabnya. “Bapak dan Simbah kakungmu nduk”

“apa artinya yang?

“Tanyalah kepada bapakmu nduk”.

Dari SD sampai SMP aku hanya tahu arti dari nama depanku Nur=Cahaya. Lalu ketika aku duduk di bangku SMA lambat lau akupun mengetahuinya, dan itupun aku tanya kepada Guru Bahasa  Arab dan teman dekatku. Sehingga ketika itu akupun tahu makna dan arti dari namaku itu bagus, tepat apa yang disampaikan oleh bapak. Ketika aku sudah mengetahui arti namaku akupun lebih bisa memahami, dan tak perlu lagi aku malu. karena anama adalah suatu amanah untuk menjadikan aku anak yang sholih berbakti kepada orangtua, dan menjadi orang yang berguna bagi keluarga,masyarakat,dan agama. Nama adalah doa agar aku menjadi orang yang baik, dan selalu menjadi panutan/bermanfaat bagi orang lain. Aku yakin bahwa aku bisa.

Jangan jadikan kekurangan sebagai beban, itu hanya akan membuat kita sulit untuk berlari mengejar impian kita.

Masa Kecilku

Aku adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, Kakakku bernama Muhammad Wahid Nurrudin dan adeku bernama Khotimatun Nisa Utami. Aku terlahir ditengah keluarga yang sederhana. Bahagia rasanya berada diantara mereka, namun sejak kecil aku jarang tinggal bersama mereka. Bapak dan Ibu bekerja sebagai pengajar di Sekolah Dasar, sehingga akupun sering dititipkan ke Eyang atau keluarga dari ibu. Pagi aku diantar ke rumah Eyang, dan siang aku dijemput. Namun setelah aku masuk Taman Kanak-Kanak aku menjadi sering tinggal bersama Eyang dan Bulek.kakak

Aku jarang pulang kerumah, karena ibu merasa repot, dan ada adek sehingga repot kalau aku tinggal bersama mereka. Sejak kecil aku didik dilingkungan keluarga yang taat beragama. Sejak kecil aku didik dengan ilmu agama. Pagi aku sekolah, siang TPA, ba’da ‘asyar aku mengaji di syuro tempat saudara, dan magrib aku mengaji di Mushola. Hal itu setiap hari ku jalani dengan tulus sepenuh hati, mencari dan mengharap Ridha Allah. Bulek, Eyang putri, dan almarhum Eyang kakung tak pernah lelah untuk selalu mengingatkanku untuk melaksanakan sholat, belajar dan mengaji.

dex tamiHari-hari kulewati dengan penuh kasih sayang Eyang dan Bulek, namun aku juga mendapatkan kasih sayang orang tua. Walaupun aku tinggal bersama Eyang, namun ibu sering mampir ketika sepulang mengajar, meskipun tidak setiap hari.
Selama kurang lebih 7 tahun aku tinggal bersama Eyang dan Bulek. Setelah aku lulus SD aku tinggal bersama orangtua, karena saya melanjutkan di SMP Negeri 7 Kebumen, sehingga lebih dekat ketika aku tinggal bersama orang tua, dan orangtua juga menyarankan agar bergantian aku  tinggal bersama orangtua. Akhirnya dengan berat hati Eyangpun melepaskanku untuk tinggal bersama orangtua, adek dan kakak.Ayah ibu

Tentang Kesukaanku

wisuda TPA chanifKegiatan mengajiku bertambah satu, ketika aku duduk di kelas 5 SD. Namun bukan mengaji TPA seperti yang sudahku jalani semenjak aku masih duduk di bangku TK, akan tetapi mengaji qiro’ah atau belajar membaca Al-Qur’an dengan menggunakan lagu. Sejak itu aku menjadi sering pulang kerumah, walaupun hanya satu minggu sekali, karena kebetulan tempat mengajinya dekat dengan tempat tinggal orangtuaku, sehingga ketika ingin belajar qiro’ah harus pulang kerumah terlebih dahulu. Seperti biasa aku berangkat bersama adek, dan ibu. Disyuro ini akupun mendapatkan banyak ilmu, banyak teman juga. Pada suatu hari saya diberi amanah oleh pihak sekolah untuk  mengikuti lomba tilawah dan adek lomba tilawah, tingkat kecamatan. Awal pertama saya mengikuti lomba saya merasa tidak percaya diri, masih grogi, gugup terutama ketika berhadapan dengan orang dan pada saat giliran untuk mendapatkan giliran untuk tampil. Namun orangtua selalu memotifasi sehingga saya masih bisa  bertahan, dan Alhamdulillah saya mendapatkan juara. Kemudian lanjut lomba tingkat kabupaten. Disini saya dan adek harus belajar lebih keras lagi, sampai harus belajar ke tempat ustadzahnya yang ruamahnya diujung selatan kecamatan kami, walaupun jauh saya harus tetap belajar ke rumah beliau, tidak peduli hujan ataupun belajar sampai larut malam. Padahal waktu untuk bisa belajar menguasai mkhroj, dan lagunya hanya beberapa hari saja. Tiba saat untuk lomba saya berangkat bersama rombongan dari badqo kecamatan Klirong. Saya dan adekpun diantar oleh bapak. Tiba saat untuk mendapat giiran untuk maju saya semakin grogi, sehingga beradampak pada aturan main, saya melanggar aturan main. Seharusnya ketika lampu merah menyala itu adalah tanda untuk persiapan, lampu hijau untuk memulai, lampu kuning peringatan untuk segera selesai, dan lampu merah harus sudah selesai dan jangan sampai lampu merah terakhir menyala, akan tetapi saya melanggarnya. Dan tiba saat pengumuman saya ternyata tidak mendapatkan juara. Awalnya merasa kecewa, namun orangtua selalu mensuport dan memotifasi agar jangan mudah menyerah, karena masih banyak kesempatan dilain hari. Sebetulnya dalam perlombaan terutama yang berkaitan dengan Al-Qur’an bukan menang dan tidaknya tetapi banyak sekali manfaat, dan amal ibadah yang telah dilaksanakan berkenaan dengan perlombaan qiro’ah. Ternyata betul kata orang tua. Ketika SMP ternyata aku mendapatkan tawaran kembali oleh guru PAI untuk mengikuti lomba tilawah, walau hasilnya sama hanya juara 1 tingkat kecamatan, dan tahun ke 2 mendapat juara 2 tingkat kecamatan. Meskipun kurang memuasakan aku tetap berlatih hingga tingkat SMA aku masih melanjutkan hobiku, walau dengan suara yang pas-pasan tapi dengan mengamalkan al-Qur’an insyaallah tetap bermanfaat. Terkadang aku diamanahi untuk mengisi acara walimahan, perpisahan, silaturahmi, atau hari-hari besar islam, seperti di desa, di sekolah, di masjid kampus dan di tempat saudara. Terakhir beberapa bulan yang lalu diamanahkan untuk mengisi di tempat Bu Rektor. Meskipun dengan suara paspasan aku tetap berani untuk mencoba selagi masih ada kesempatan.  Karena terkadang mengambil kesempatan kecil akan lebih cepat membawa kita ke keberhasilan drpd menunggu kesempatan besar utk datang.

Beranjak Dewasa

aku dan sahabatSetelah lulus SD Aku melanjutkan di SMP Negeri 7 Kebumen. Sekolah yang berada dipusat keramaian Kota Kebumen. Dimana jarak yang tidak dekat dengan tempat tinggalku. Namun hal itu tak melunturkan semangat dalam menuntut ilmu. Meskipun tak ada jalur angkutan umum dan harus bersepeda 35-45 menit dengan jalan yang berkelok-kelok, berlubang, dan berair. Terkadang berangkat hujan sampai sekolah seragam sekolah basah kuyup, belum lagi harus mengerjakan ulangan sekolah, atau pulang sekolah masih kehujanan. Tak  jarang juga sepeda rusak di tengah jalan sampai harus berjalan atau balik kerumah lagi dan minta anter bapak atau kakak. Itulah sklumit cerita SMP yang sangat berkesan dan karena didalamnya penuh dengan perjuangan. Ketika duduk di bangku SMP aku sudah lebih mudah bersosialisasi dengan teman-teman dengan cepat. Namun pada saat SMP aku tidak ada teman yang berasal dari SD dimana aku mengenyam pendidikan selama 6 tahun. Sehingga semua adalah teman baru. Masa-masa SMP adalah masa dimana aku pertama kalinya bersepeda jauh. Namun semua itu sangat mengesankan, dari bapak&ibu guru sampai teman-temannya. Selama 3 tahun aku mengenyam pendidikan SMP. Sampai pada ujung kebersamaan teman-teman SMP yaitu kelulusan. Setelah itu aku melanjutkan di MAN 2 Kebumen.

Di Madrasah ini pada awalnya aku tidak yakin karena banyak mata pelajaran agama, sedangkan aku basicnya dari SMP bukan MTs, namun aku bertekad untuk tetap masuk MAN 2 Kebumen dan Alhamdulillah diterima. Disinilah aku dapat lebih menimba ilmu agama. Walau perjuangan hampir sama namun lebih berkesan masa-masa SMA terutama ketika aku memutuskan untuk ikut ekstra Pramuka. Disinilah kemandirian, keberanian, kedisiplinan, dan kebersamaan teruji. Dari mendaki gunung, kemah, hiking rally, pengukuan, dan pelantikan bantara. Semua itu melatih kemandirian, keberanian, kebersamaan sesama teman seperjuangan dan kedisiplinan. Disinilah mentalku benar benar teruji, karena di MAN 2 Kebumen terkenal dengan kegiatan PRAMUKA yang keras dan disiplin, hampir seperti militer namun tidak sekeras militer. Dengan aku mengikuti kegiatan ini, aku dapat merasakan betapa tidak mudahnya hidup, hidup memerlukan perjuangan yang keras, ketika kita ingin mencapai puncak kesuksesan maka kita harus bersakit-sakit dahulu. Setelah 3 tahun aku lulus dari MAN 2 Kebumen.

Chanif.

Setelah lulus dari MAN 2 Kebumen aku berencana untuk masuk ke Universitas Negeri di Solo, namun aku gagal, dan itu artinya aku telah mengecewakan orangtuaku. Tapi aku percaya Allah telah menyiapkan yang terbaik untukku, Allah telah menyiapkan yang terindah untukku. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, karena kegagalan sebenarnya adalah ketika kita berhenti mencoba. Kesempatan sekecil apapun menujukkan bahwa msih adanya harapan.Kemudian aku diajak oleh sahabatku “Rosydah” untuk daftar di Universitas PGRI Yogyakarta. Kami mendaftar dan mengambil prodi PGSD pilihan pertama, dan Pendidikan Sejarah sebagai pilihan ke dua. Namun ku diterima di prodi pendidikan sejarah, dan sahabatku diterima di prodi PGSD. Walau pada akhirnya sahabatku diterima di universitas negeri di Semarang. Aku sadar, aku tak seberuntung sahabatku. anamun aku banyak belajar banyak dari dia. Senang rasanya memiliki sahabat sebaik dan sepandai dia. Bukan hanya pandai dalam pendidikan umum tapi juga pandai dalam hal agama, namun terlebih lagi dia memiliki suara yang indah, indah ketika melantunkan tilawah.

Akhirnya Akupun masuk ke prodi pendidikan sejarah, awal aku ragu, namun lambat laun aku nyaman dengan teman-teman, sahabat-sahabat, dan para dosen yang tak pernah lelah untuk selalu memberikan ilmu-ilmunya. Satu tahunpun berjalan dengan cepat, Orangtua tetap menyarankan untuk mendaftar ke prodi pgsd kembali. Aku yakin Allah telah meniapkan sesuatu yang indah untukku, mungkin ini adalah salah satu hal yang dapat membahagiakan orangtuaku, sehingga kapan lagi aku membahagiakan orantuaku kalau bukan sekarang. Aku harus bisa membahagiakan orangtuaku. aku harus bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan,  sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya. Kesempatan sekcil apapun itu menunjukkan bahwa masih adanya harapan. Apa yang kita harapkan, kadang memang tidak sesuai dengan kenyataan. Berpikirlah selalu positif atas apapun  yang terjadi pada diri Sahabat. Jangan biarkan satu kegagalan membuat kita kecewa, apalagi sampai frustasi dan  berlarut-larut.

Akhirnya aku diterima, dan dengan berat hati aku harus meninggalkan semua kenangan-kenangan yang pernah ku jalani bersama mereka. setiap pertemuan pasti ada perpisahan. itu lah kata-kata yang tepat untukku saat itu. Aku berpamitan kepada teman-teman dan para dosen. Merekapun banyak yang tidak percaya dengan keputusanku. sampai ada yang bertanya padaku,”mengapa pindah? padahal kamu aktif dikelas, aktif di HMP juga?”. akupun hanya bisa menjawab “iya, maaf aku harus menjalani ini semua”. Akhirnya aku pindah ke prodi pgsd. Namun aku tetap masih menjalin persahabatan dengan teman-teman dar sejarah, sampai sekarang.

Aku satu sisi aku merasa senang bisa membahagiakan orangtua, mendapatkan teman-teman baru. akhirnya aku bisa menyesuaikan dan beradaptasi cepat dengan teman-teman pgsd. aku merasa memiliki keluarga baru, memiliki teman-teman dan sahabat-sahabat yang baik seperti mereka. Aku merasakan memang awalnya berat namun aku yakin tidak ada orang tua yang ingin anaknya tidak bahagia. ternyata hal itu terbukti, aku merasakan banyak sekali hikmah-hikmah yang dapat aku petik. Aku bahagia dengan memiliki sahabat-sahabat dan teman-teman seperti mereka.

Jadi jangan jadikan kegagalan sebagai alasan untuk menyerah, karena selalu akan ada cara dan akan selalu ada jalan selagi kita mau berusaha. kesempatan untuk menang itu selalu terbuka untuk siapa saja bagi mereka yang mau berusaha. Kegagalan ternyata adalah suatu proses untuk menuju kesuksesan. Kemenangan dan kesuksesan adalah hanya diiliki oleh orang yang tidak pernah lelah untuk meraih kesuksesan tersebut.

laa tahzan innallaha ma’ana.jangan bersedih Allah selalu bersama kita..

terimakasih untuk orangtua dan keluargaku

Foto0389

 yang telah menyuport dan memberikan petuah-petuah demi kebahagiaan dan demi untuk meraih kesuksesanku..

untuk orang yang selalu ada dihati, terima kasih atas motifasi dan suportnya, semoga kita selalu dapat saling memotifasi dan saling mengingatkan dalam kebaikan, dan semoga selamanya kita bisa saling menyatu. Sehingga harapan impian, angan-angan, cita-cita, serta keinginan kita dapat terwujud. aamiin..masalalu

Untuk bapak/ibu guru dan dosen terimakasih, telah membimbingku dan tak pernah lelah untuk memberikan petuah serta ilmu-ilmunya..

dosen PGSD

P1040689

untuk sahabat dan teman temanku terimaksih telah menemanihari-hariku dengan canda tawa,susah senang kita alami bersama. smoga persahabatan kita tetap terjaga sampai kapanpun.

Loading. com

Sahabat sejarah memories 2010

Pembubaran panitia SEMNAS

Pembubaran panitia Seminar Nasional HMP sejarah 2010

“Depok Beach”

My best

with Ella,Eka,Putri

Pdh

Kegiatan perkuliahan kelas A3’11~PGSD, Universitas PGRI Yogyakarta

icakeb

icakeb (2)

Teman-teman ICAKEB (Ikatan cah Kebumen) Universitas PGRI Yogyakarta

Mata Kuliah Pendidikan Jasmani with A3'11&dosenHari terakhir kegiatan perkuliahan Pendidikan Jasmani with kelas A3’11&dosen

Makrab PGSD

Makrab PGSD 2011

ultah ela

sahabat PGSD’11

IMG_2719

Kegiatan observasi  Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2, di SD Muhammadiyah Noyokerten

touring Pantai ngobaran with PGSD A3'11

Touring kelas di Pantai Ngobaran, with PGSD A3’11

Kunjungan ke panti asuhan AN-nur with A3'11

Kunjungan ke Panti Asuhan AN-Nur with kelas A3’11

KOMI(komunitas mahasiswa islam) UPY

Sahabat KOMI

a3-11

Teman-teman kelas A3’11

IMG_0096

LDK(Latihan dasar Kepemimpinan)

BEM U (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas) UPY 2011/2012

P1040773

HMP PGSD UPY periode 2011/2012

Pelantikan BEM U 2012/2013

Pelantikan BEM U Periode 2012/2013

Siswi TK ABA

Latihan menjadi pengajar, di TK ABA LABAIK AMONG PUTRO III 

Itulah sekilas tentang saya. Semoga bermanfaat. Hidup itu bagaikan menaiki sepeda, agar tidak terjatuh dari sepeda dan menjaga keseimbangan, kita harus bergerak dan mengayuhkan kaki. Selagi masih ada kesempatan marilah kita berkarya. Ingatlah kepedihan kita hari ini akan terasa indah dan manis saat kita mengingatnya kelak. Kumpulkanlah kesalahan saat ini, karena kelak kumpulan-kumpulan kesalahan yang bernama pengalaman justru akan membama kita kepada puncak kesuksesan. Semoga kita dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s