PEMANFAATAN KERTAS BEKAS MENJADI BARANG KERAJINAN

Makalah ini sebagai tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu: Dr. Sunarti, M.Pd

 

logo upy warna 

Disusun oleh:

Nur Chanif Muflichah

11144600097

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga  penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah dengan baik. Makalah ini berisikan tentang Pemanfaatan Kertas Bekas menjadi Barang Kerajinan. Penulisan makalah ini ditulis untuk  memenuhi nilai pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Penulis berharap makalah ini dapat berguna bagi para pembaca.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan. Meskipun makalah ini telah disusun maksimal namun masih terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan. Penulis menerima kritik saran serta petunjuk dari semua pihak untuk penyempurnaan pembuatan makalah dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca atau pihak-pihak yang membutuhkan.

Amin.

Yogyakarta, 14 Desember 2011

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL……………………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………….. ii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………. iii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………….. 1

A.  Latar Belakang ………………………………………………………………………….. 7

B. Rumusan Masalah………………………………………………………………………. 7

C.  Tujuan………………………………………………………………………………………. 7

BAB II PEMANFAATAN KERTAS BEKAS MENJADI BARANG

……….. KERAJINAN…………………………………………………………………………………. 8

  1.  Kertas Bekas…………………………………………………………………………….. 8
  2. Pengolahan Kertas Bekas………………………………………………………….. 10
  3. Keuntungan dan Kerugian Pengolahan Kertas Bekas……………………. 30

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………………. 31

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………. 33

BAB I
PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Mengetahui info dan berita mengenai berbagai hal merupakan kebutuhan setiap manusia. Kemudahan akses informasi sekarang ini memudahkan orang untuk mengetahui kabar terkini bahkan hingga ke tempat yang jauh sekalipun. Ada banyak media informasi misalnya televisi, radio, internet, majalah, buku, maupun koran. Koran merupakan salah satu media informasi yang tidak pernah hilang dalam kehidupan manusia. Sampai saat ini koran merupakan salah satu media informasi yang cukup diminati masyarakat. Bahkan tidak sedikit orang yang berlangganan koran untuk mengetahui informasi terbaru. Namun, setelah dibaca, orang sering mengabaikan koran tersebut,bahkan membuangnya. Jika koran itu diabaikan, maka lama-kelamaan akan menumpuk dan mengotori rumah. Biasanya, orang akan menjualnya ke tukang loak. Hal ini memang merupakan sebuah solusi praktis yang cukup baik. Tetapi, koran-koran bekas yang awalnya hanya mengotori rumah itu dapat manusia olah menjadi barang-barang yang memiliki fungsi sehingga bisa dipakai serta mempunyai nilai seni dan nilai ekonomis yang tinggi. Koran bekas tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan seperti kap lampu, vas bunga, tempat tisu, tempat majalah, keranjang buah, tempat pensil, baki, keranjang sampah, dompet, wadah perhiasan, wadah telepon genggam, tempat pakaian kotor, asbak, dan hiasan dinding. Bukan hanya Koran sebetulnya, tetapi juga kertas bekas. Kertas bekas saat ini juga dapat didaur ulang.

Kertas daur ulang  saat ini, bukan menjadi produk yang asing lagi. Pasalnya banyak beragam produk kerajianan dan souvenir menggunakan bahan bekas, salah satunya yaitu kertas bekas. Beragam produk kerajinan dan souvenir yang menggunakan kertas daur ulang sebagai bahan baku utamanya banyak ditemukan di berbagai tempat. Seperti yang telah diketahui, Negara Indonesia selain dalam kategori pengguna plastik yang begitu besar, ternyata juga merupakan salah satu yang menggunakan atau mengkonsumsi kertas dalam jumlah yang sangat besar. contoh dalam kehidupan sehari-hari, jika sedang belajar di sekolah, manusia pasti banyak memiliki tulisan-tulisan, catatan ataupun latihan-latihan di buku tulis, yang apabila buku sudah habis pasti diterlantarkan begitu saja atau bahkan mungkin sebagian ada yang dibuang. Jadi, pasti banyak kertas yang terbuang sia-sia. Begitu juga koran-koran atau brosur-brosur, pasti buat yang berlangganan koran atau sering mendapatkan brosur yang sudah tidak terpakai dibiarkan menumpuk begitu saja atau bahkan dibuang sembarangan. Padahal kertas-kertas dari buku-buku bekas atau koran-koran bekas dan brosur-brosur juga dapat dimanfaatkan dengan cara di daur ulang. Daripada dijual ke penjual koran bekas, lebih baik dimanfaatkan agar menjadi barang baru yang memiliki nilai jual tinggi.

Kesenian dari kertas bekas adalah salah satu jenis hasil karya seni oleh individu ataupun kelompok di mana bahan-bahannya terdiri dari barang-barang bekas. Kertas-kertas yang dijadikan karya seni ini adalah bentuk pemanfaatan, penghematan, dan gerakan untuk menjaga lingkungan. Banyak orang yang sering membuang barang-barang bekas ke tempat sampah, padahal sebagian masih dapat dimanfaatkan. Barang-barang ini sebenarnya layak untuk orang lain, oleh sebab itu harus jeli memanfaatkan kertas-kertas tersebut. Pemanfaatan kertas bekas perlu dilakukan karena selain untuk menghemat, berarti juga telah turut menjaga lingkungan.

Tak ada rotan, akarpun jadi, begitulah bunyi salah satu peribahasa Indonesia yang mengandung makna dalam keadaan terpaksa, maksudnya adalah manusia harus kreatif untuk bisa memecahkan masalah yang sedang dihadapi dengan menggunakan alat atau cara-cara yang tidak biasa. Peribahasa ini tepat digunakan untuk kesenian dari kertas bekas, karena barang yang unik itu tidak hanya dibuat dengan menggunakan bahan dan teknologi yang tinggi. tetapi manusia bisa memanfaatkan barang bekas dengan cara yang sangat sederhana. Beberapa contoh barang bekas yang ada di lingkungan sekitar, kardus bekas, kertas bekas atau koran bekas, dapat dimanfaatkan menjadi barang yang mempunyai nilai estetika.

Kertas merupakan salah satu komoditi yang sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh umat manusia didunia. Kehidupan modern sehari-hari kini tidak bisa lepas dari kertas yang bahan bakunya sebagian besar kayu hasil tebangan pohon dari hutan. Dengan demikian makin boros masyarakat memakai kertas, makin banyak pohon yang harus ditebang untuk dijadikan bubur calon kertas. Jadi dapat dibayangkan apabila penggunaan kertas hanya dipenuhi oleh serat asli maka akan berdampak langsung pada kelestarian lingkungan hidup. Dan dari semua kertas yang dikonsumsi tersebut hanya sebagian kecil yang kembali ke pabrik untuk didaur ulang karena terjadi benturan kepentingan dengan penggunaan lain oleh masyarakat. Namun demikian bukan berarti kertas yang tidak kembali ke pabrik kertas tersebut sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Kertas bekas yang tidak bermanfaatkan karena satu dan lain hal akhirnya akan bermuara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga akan menambah volume sampah dan memperpendek umur TPA itu sendiri.

Daur ulang adalah proses tuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.

Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi. Proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.

Tapi bagi orang yang memiliki kreativitas tinggi kertas justru merupakan tanaman yang dapat mengasilkan pendapatan, yaitu sebagai bahan dasar dalam pembuatan kertas, tentu saja setelah mengalami proses lebih lanjut. Kertas  dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih.

Pemanfaatan kertas bekas diharapkan dapat mengurangi sampah yang kerap kali menimbulkan banjir, terutama di kota-kota besar. Bukan hanya kertas bekas yang dapat dimanfaatkan tetapi kertas kardus-kardus bekas juga bias dimanfaatkan, kardus bekas mie, barang elektronik, dan lain-lain jika di belah terdiri dari tiga lapis kertas. Jika dibelah, pada bagian tengahnya bergelombang, kemudian satu lapis berikutnya dibuang. Bagian yang bergelombang dapat dimanfaatkan sebagai pemanis kartu ucapan dan dapat dihias sesuai selera atau sesuai tema ucapan. Selain itu, kertas kardus bergelombang tersebut dapat dijadikan bingkai foto yang unik dan menarik.

Yang menjadi permasalahannya saat ini adalah bagaimana membuat daur ulang kertas, sehingga manusia bisa praktek cara mendaur ulang kertas-kertas bekas itu menjadi barang-barang yang bermanfaat. Banyak pengusaha kesenian dari barang bekas ini memulai usahanya hanya karena hobi. Misalnya, orang yang hobi menjahit, akhirnya menjual aneka tas dan dompet jahitan sendiri yang terbuat dari kain dilengkapi dengan pernak-pernik. Selain itu, produk dari kertas bekas juga tidak mengeluarkan modal besar, karena hanya memanfaatkan barang bekas. Usaha kesenian dari barang bekas ini merupakan kategori dalam menjual keahlian, sehingga yang diperlukan kreativitas untuk merancang kesenian tersebut. Selain itu, tidak mudah menjadi pengusaha produk ini, karena harus dapat membaca situasi lingkungan eksternal. Hal ini adalah kunci pokok untuk berhasil. Kesenian dari barang bekas digolongkan dalam alternatif mencari penghasilan tambahan dengan membuka usaha sendiri. Akan tetapi, diperlukan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya apabila ternyata sistem yang dibangun gagal. Begitupula dengan pemanfaatan kertas bekas, berawal dari hobi dapat mengasilkan suatu kerajianan yang memiliki nilai jual. Selain kertas contoh lainnya seperti brosur-brosur dapat manusia lipat-lipat dengan menggunakan seni origami atau seni melipat kertas, dan bisa manusia jadikan hiasan dengan bentuk-bentuk yang unik-unik seperti bintang, burung angsa atau juga menjadi barang-barang bermanfaat seperti vas bunga, kotak menyimpan barang-barang kecil ataupun kotak pensil.

Koran juga dapat didaur ulang menjadi barang hiasan seperti patung-patung, pernak-pernik, miniatur becak, sepeda, gerobak, dll. Jadi sebisa mungkin buang jauh-jauh pikiran manusia untuk membuang kertas bekas begitu saja. Untuk yang satu ini manusia bisa menggunakan semua jenis kertas. Selanjutnya agar hasilnya lebih menarik, manusia dapat menggunakan cat kertas untuk mewarnai barang-barang yang sudah jadi sesuai dengan selera dan kebutuhan.

Sekarang manusia tahu apabila kertas bekas itu memiliki banyak manfaatnya. Jadi, mulai dari sekarang jangan pernah menelantarkan kertas-kertas bekas, daripada dibuang sayang mendingan manusia buat menjadi barang-barang yang lebih berguna. Lagipula tidak ada salahnya manusia membuat kerajinan tangan untuk mengisi waktu luang. Manusia bisa membuat kerajinan yang unik-unik, dan apalagi kalau hasilnya bagus manusia bisa jual barang-barang unik tadi.

  1. B.     Rumusan Masalah
  2. Mengapa kertas bekas dimanfaatkan untuk dijadikan barang kerajinan?
  3. Bagaimana cara mengolah kertas bekas menjadi barang kerajianan?
  4. Apa keuntungan dan kerugian adanya pengolahan kertas bekas?
    1. C.    Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dalam penuloisan makalah ini yaitu agar :

  1. Menjelaskan indicator  kertas bekas menjadi barang kerajinan.
  2. Menjabarkan cara mengolah kertas bekas.
  3. Mengetahui keuntungan dan kelebihan adanya pengolahan kertas bekas.
    1. D.    Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu agar dapat menambah wawasan pengetahuan bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar khususnya dalam pengembangan karya atau seni dalam pemanfaatan untuk membuat produk kertas bekas.


BAB II

PEMANFAATAN KERTAS BEKAS MENJADI BARANG KERAJINAN

 

  1. A.    Kertas Bekas

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Seiring perkembangan jalan ditemukanlah kertas sebagai bahan dasar untuk tulis menulis. Pada mulanya kertas digunakan orang utuk menulis dan mencetak.

Sumber sejarah menyebutkan bahwa kertas pertama kali ditemukan di China pada sekitar 100 AD. Beberapa abad kemudian formula untuk manufaktur kertas tersebar ke Eropa melalui jalur perdagangan dan pelayaran. Dalam bahasa Inggris kertas disebut “paper” diperkirakan berasal dari kata “papyrus” yakni bahan alami (sejenis tumbuhan) yang berasal dari Mesir yang digunakan secara luas pada masa peradaban Greco Roman. Kertas adalah bahan tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serta yang berasal dari pulp, pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Serat yang digunakan adalah serat alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kertas adalah barang, lembaran dibuat dari rumput, jerami, kayu yang bisa ditulis/untuk pembungkus. Sejalan dengan disempurnakannya proses industry kertas yang berkembang berabad-abad, penggunaan kertas terus berkembang pesat dikarenakan potensinya yang istimewa. Kertas dapat dibuat dari beragam serat, seperti serbuk gergaji, serutan kayu, daun kering, bubuk kayu, kulit jagung, dan sebagainya. Saat ini kertas digunakan untuk tujuan dan fungsi yang tak terbatas. Namun kertas yang sudah pernah terpakai atau dengan kata lain adalah kertas bekas, sering tidak difungsikan kembali hanya dibuang dan menjadi sampah, sehingga terkadang menimbulkan keresahan tersendiri bagi para konsumen.

Kertas bekas adalah kertas yang sudah pernah terpakai. Kertas bekas merupakan hal kecil yang sering dilupakan, namun dapat menjadi masalah yang sangat besar apabila tidak ditangani secara serius. Dalam hal ini sampah plastik dan kertas merupakan masalah utama yang sering ditemui masyarakat, hal tersebut dikarenakan plastik dan kertas merupakan benda yang paling banyak digunakan manusia dan tentunya paling banyak dibuang dan menghasilkan sampah. Saat mendengar kata kertas bekas mungkin hal yang ada di benak manusia hanyalah benda yang tidak berguna. Namun anggapan seperti itu tidak selalu benar, kertas bekas juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi barang yang bernilai jual dan menguntungkan. Salah satunya kertas daur ulang, kartas daur ulang merupakan produk dari bahan kertas bekas.  Kertas daur ulang, seringkali dianggap sebagai sesuatu yang   mengganggu, namun ternyata kertas daur ulang dapat dijadikan beranekaragam kerajinan tangan. Sebenarnya kertas daur ulang memiliki tekstur yang indah.

Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Bahan untuk membuat kertas daur ulang dapat berupa sampah koran, kardus ,dan lain-lain. Untuk membuat kertas daur ulang tidak membutuhkan proses yang rumit dan bahan yang mahal. Biasanya kertas daur ulang seperti ini dijual ke para pengrajin untuk selanjutnya di buat menjadi barang bernilai seni. Dengan demikian maka manusia dapat menaggulangi masalah sampah yang ada di lingkungan sekitar manusia, dan dapat pengrajin memperoleh keuntungan dari hasil pemanfaatan sampah.

  1. B.     Pengolahan Kertas Bekas

Koran atau kertas bekas bisa menjadi sumber penghasilan jika para konsumen jeli melihatnya. Mungkin selama ini benda tersebut dibuang atau dijual ke tukang barang bekas dengan imbalan yang tidak seberapa. Nah ternyata dari kertas bekas tersebut tersimpan potensi peluang usaha membuat kertas daur ulang. Intinya menambahkan nilai tambah pada benda tersebut agar bernilai ekonomi tinggidan dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. dengan memakai  kertas daur ulang kita juga turut mendukung kampanye “go green” yang saat ini sedang gencar digalakan oleh berbagai kalangan. Apa itu “go green”? Secara harfiah artinya membuat bumi kita lebih “hijau” atau dengan kata lain menjadikan kita lebih perduli terhadap lingkungan di sekitar kita, salah satunya adalah dengan memakai produk daur ulang sehingga dapat mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan. Pengolahan kertas bekas dapat dijadikan bermacam-macam hasil karya, dan caranyapun bermacam-macam. Membuat kertas daur ulang ini tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Alat dan bahannya bisa diperoleh dengan mudah dari lingkungan di sekitar kita. Cara membuat kertas daur ulang:

  1. Cara 1
    1. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan   kertas daur ulang :
      Blender, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau   dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.

a)      Bingkai cetakan, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah   satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.

b)      Ember kotak, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air,   sekaligus sebagai wadah pencetakan.

c)      Alas cetak, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari   bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak   ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa   matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.

d)     Sponds penghisap, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari   bingkai cetakan ke alas cetak.

e)      Gelas penakar, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas   dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.

f)       Alat press, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar   serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang   berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk   mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.

g)      Ember, wadah bubur kertas

h)      Kompor dan panci, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna   alam

i)        Alu dan limpang, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih   halus.

j)        Sendok kayu, fungsinya untuk mengaduk berbagai campuran.

k)      Pisau dan gunting, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan.

l)        Saringan teh besar

m)    Kain Lap.

  1. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan   kertas daur ulang :

1)      Kertas bekas.

Setiap jenis kertas dipilah-pilahberdasarkan jenisnya masing-masing, kertas   Koran, kertas HVS, karton hingga kertas warna warni.

2)      Pewarna alam

a)      Kunyit, jika diparut dan diperas sarinya akan menghasilkan warna   kuning.

b)      Kulit bawang, jika direbus akan menghasilkan warna coklat.

c)      Pandan suji, jika ditumbuk dan diperas airnya dapat menghasilkan   warna hijau pekat.

d)     Pandan wangi, jika direbus dan ditumbuk lalu diperas airnya dapat menghasilkan   warna hijau muda, sekaligus aroma wangi.

e)      Kesumba (bixa), jika bijinya direndam dan diremas atau direbus   dapatmenghasilkan warna orange.

f)       Serutan kayu nangka. Jika direbus akan menghasilkan warna kuning.

g)      Sirih, jika ditumbuk dan dicampur dengan kapur akan menghasilkan   warna merah kecoklatan.

h)      Daun pisang kering, jika dibakar, abunya dapat menghasilkan warna   coklat keabu-abuan.

i)        Rumput putrid malu (Mimosa sp) jika direbus akan menghasilkan warna   lembayung.

j)        Serat pengisi. Merupakan bahan-bahan yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas   sehingga dihasilkan kertas yang lebih indah dan bertekstur. Dapat berupa   bunga-bungaan ataupun serat tumbuhan lainnya seperti serat daun pandan wangi,   serat batang pisang.

3)      Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang.

Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal   12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak diresapi air. Perendaman dapat pula   dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.

Kertas yang telah lemas direndam air /   direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air   untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya   dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.

Bubur kertas yang diperoleh dari   pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan   pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas   pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan   demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potongan-potongan   kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.

Selanjutnya bubur kertas siap untuk   diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat.
Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur   dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur   kertas tanpa campuran, kedalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan   antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian   bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.

Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi   bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong   dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan   hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar permukaan air.   Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur   kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar   kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya   memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam   posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya   kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak   untuk dikeringkan.

Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas   basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah   tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak   atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat dilakukan pengeringan dengan   menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah   proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat   diangkat dari alas cetak, lakukan dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak   cacat.

Kertas yang telah dipindahkan ke alas   cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah   matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas   belum kering, dengan cara lapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk   sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan, lakukan   selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan   selama 1 jam. Pencampuran Warna

a)      Bubur kertas yang telah siap diolah, dapat dicampurkan dengan bahan pewarna   alam yang telah kita persiapkan sebelumnya. Caranya adalah dengan   mencampurkan langsung dan diaduk hingga merata. Selanjutnya dapat dilakukan   perebusan jika ingin pencampuran warna yang lebih kuat.

b)      Sisa pewarna alam dapat pula dicampurkan ke dalam air diember pencetakan   agar tetap membantu menimbulkan warna yang diinginkan.

c)      Bubur kertas berwarna pun telah siap untuk diolah lebih lanjut, baik untuk   dicetak, maupun dicampur dengan serat pengisi lainnya.
Pencampuran Serat.

d)     Gedebok Pisang, gedebok/batang pisang yang sudah selesai berbuah cincang seperti dadu   dengan panjang sekitar 2 cm, jemur sekitar 2 jam untuk menghilangkan getah.

e)      Kemudian ditumbuk dengan alu & lumping sehingga agak lunak.

f)       Selanjutnya direbus selama 1 jam untuk melunakan seratnya.  Kemudian   tiriskan.

g)      Setelah itu ditumbuk kembali hingga lebih halus. Saring dengan kain untuk   dicuci dengan air, agar tinggal serat yang tersisa.

h)      Serat yang tersisa dapat langsung dicampur dengan bubur kertas, atau jika   dirasa kurang halus, dapat pula dibantu dengan pemblenderan.

i)        Selanjutnya dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam bubur kertas, sambil   diaduk terus menerus hingga rata.

j)        Kulit Bawang direbus kulit bawang yang sudah digunting-gunting kecildengan air hingga   mendidih, sisihkan dan air rebusan jangan dibuang.

k)      Hancurkan kuit bawang yang telah direbus dengan menggunakan blender selama   5 – 10 detik.

l)        Campurkan secara perlahan kulit bawang yang telah dihancurkan kedalam wadah   bubur kertas sambil terus diaduk-aduk hingga merata, jika air rebusan agak   kotor dapat dilakukan penyaringan terlebih dahulu.

m)    Pandan Wangi

n)      Rebus potongan pandan wangi (2 cm) selama kira-kira 1 jam, tiriskan.

  • o)      Campurkan air rebusan dengan bubur kertas secepatnya, aduk-aduk hingga rata.
  1. Cara 2:
    1. Alat dan bahan

Alat yang kita butuhkan hanyalah dua buah ember besar,
blender untuk menghancurkan kertas, satu atau lebih cetakan kertas yang tersebut dari dua buah bingkai kayu dan spons untuk menyerap air. Untuk mencetak kertas kita membutuhkan satu bingkai kayu dengan saringan kawat dan satu bingkai tanpa saringan. Saringian kawat ini bisa dibuat dari kain kassa. Ukuran bingkai kayu untuk cetakan kertas ini kita sesuaikan dengan ukuran kertas yang diinginkan, misalnya ukuran folio, atau double polio. Jangan lupakan pula selembar kain bekas yang panjangnya cukup untuk alas menjemur kertas yang sudah jadi. Di sini kita bisa memanfaatkan kain bekas spanduk. Bahan untuk membuat kertas daur ulang ini adalah air, kertas-kertas, bekas pakai serta daun-daun atau bunga-bunga kering untuk hiasan.

  1. Cara Membuat

Cara membuatnya juga sangat mudah. Caranya adalah hancurkan kertas-kertas bekas itu dengan cara menyobek-nyobeknya hingga berbentuk serpihan-serpihan kecil. Semakin kecil dan semakin halus sobekan kerta itu akan semakin bagus. Kemudian sobekan-sobekan kerta ini kita rendam dalam seember air selama minimal dua malam. Semakin lama merendam semakin baik. Untuk membantu proses pelarutan tinta dalam kerta bekas, maka rendaman kertas ini bisa kita rebut selama satu atau dua jam. Setelah rebusan kerta ini mendingin, kita blender rebusan ini sampai benar-benar hancur, hingga menjadi bubur kertas.

Bubur kertas yang kental ini kemudian kita larutkan sedikit demi sedikit dalam seember air, dengan perbandingan kurang lebih 1:10, atau kita perkirakan sesuai dengan ketebalan kertas yang kita inginkan. Semakin tebal kertas yang kita inginkan, semakin kentallah campuran yang harus kita buang. Campur bubur kertas dengan air hingga benar-benar larut. Kertas pun siap kita cetak dengan memakai cetakan kertas yang telah disediakan. Mencetak kertas daur ulang ini juga memerlukan trik khusus agar hasilnya baik.

Ember yang dipakai untuk mencampur bubur kertas dengan air itu, haruslah yang berukuran besar, agar cetakan kertas bisa masuk seluruhnya ke dalam ember. untuk mencetak, kita lekatkan dua buah bingkai kayu sebagai cetakan kertas. Bingkai kayu yang tak memiliki saringan kawat ditempelkan pada sisi bingkai kayu yang ada saringan kawatnya. Kemudian cetakan kertas ini kita masukkan dari pinggir ember dengan posisi tegak lurus, horisontal, sejajar dengan ember. Kita celupkan cetakan ini hingga masuk seluruhnya ke dalam ember. Setelah itu, baru kita angkat kertas itu perlahan-lahan. Tunggu hingga air yang menetes dari cetakan habis.

Kemudian angkat bingkai kayu yang tak memiliki saringan kawat dengan hati-hati agar kertas yang sudah dicetak tidak rusak dan cetak kertas di atas kain alas. Cara mencetaknya, tempelkan bingkai kayu yang berisi bubur kertas ke atas kain alas. Serap air yang ada di dalam kertas yang dicetak dengan menggunakan spons. Gerakkan spons dengan gerakan satu arah di atas kertas. Berhati-hatilah agar kertas yang dicetak tidak robek. Peras dan keringkan spons kemudian gunakan kembali untuk menyerap air dalam kertas. Ulangi hingga air di atas kertas habis, kemudian angkat cetakan kertas dengan hati-hati. Jemur hingga kertas mengering. Untuk variasi, kertas daur ulang ini kita bisa kita warnai sesuai dengan keinginan kita. Sebagai pewarna alami, kita bisa memakai daun pandan atau daun-daun yang lain untuk warna hijau. Untuk warna kuning kita bisa memakai kunyit, dan untuk warna merah, kita bisa memakai daun jati yang ditambuk atau kayu secang yang telah direbus terlebih dahulu.

  1. Caranya.

Tumbuk atau parut bahan pewarna alami yang kita inginkan, peras dan saring, ambil airnya untuk mewarnai. Pewarna alami ini bisa kita campurkan pada waktu kita mencetak kertas. Selain itu kita juga bisa menambahkan hiasan berupa serpihan daun-daun atau bunga, agar kertas daur ulang kita terlihat lebih artistik. Penambahan hiasan bisa dilakukan dengan mencampurkan serpihan bunga dan daun pada bubur kertas atau dengan menghiaskannya pada waktu kertas baru usai dicetak.

Dalam proses selanjutnya, kertas daur ulang ini bisa kita olah menjadi beragam souvenir atau barang-barang keperluan sehari-hari. Kotak pensil, block note, kotak perhiasan dan kertas surat merupakan beberapa contoh barang yang bisa dibuat dari kerta daur ulang. Hal ini suatu kegiatan yang sangat bermanfaat dan baik untuk sekedar sebagai kegiatan mengisi waktu luang ataupun jika ditekuni, membuat kertas daur ulang ini bisa menjadi suatu usaha sampingan yang cukup menjanjikan.

  1. Cara 3
    1. Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang:

1)      kertas

2)      blender

3)      baskom

4)      spon

5)      meja

6)      kain

7)      screen

8)      papan dan alat pembera.

  1. Cara Membuat

1)      Robek kecil-keil kertas bekas dan rendam didalam air selama 1 hari.

2)      Blender kertas sampai menjadi bubur ( halus).

3)      Tuangkan kedalam Baskom yang berisi air dan diaduk.

4)      Letakan Spons di atas meja, lalu taruh kain yang sudah dibasahi diatasnya.

5)      Saring campuran (jangan terlalu tebal) di baskom memakai screen sablon.

6)      Letakan diatas spons yang sudah dilapisi kain dengan posisi terbalik, gosok sedikit screennya dan angkat dengan hati-hati.

7)      Tutup dengan kain yang sudah dibasahi. tambah satu lapis lagi kain basah, ulangi langkah 5 dan 6.

8)      Sesudah beberapa lapis press dengan menaruh papan besar diatasnya dan beri pemberat (Batako atau Batu).

9)      biarkan selama sekitar1 jam agar airnya berkurang. sebelum diangkat.

10)  pastikan sudah cukup kering. angkat sepasang demi sepasang dan jemur ditempat yang panas. lalu setrika sepasang demi sepasang kemudian buka kainnya pelan-pelan. Jika anda ingin membuat atau corak khusus, cobalah beberapa proses di bawah ini.

11)  Proses tempelan. Sebelum anda menutup campuran bubur kertas dengan kain yang sudah dibasah, tempelkan bunga, rumput atau daun-daun kecil diatasnya.

12)  Proses Campuran. Ketika memblender kertas, tambahkan bunga, rumput atau bahan alami lainnya yang akan memberikan warna dan pola khusus.

13)  Proses Press. Ketika sedang mengepress kertasnya, taruhlah daun atau sesuatu yang bermotif bagus. taruhlah papan diatasnya dan beri pemberat. Contoh barang yang bisa dibuat dengan kertas Daur Ulang. Kertas untuk menggambar karya seni. Pembungkus buku, tempat pensil, dan lain-lain. Undangan, amplop, map, dll . kertas daur ulang juga bagus sekali untuk ditempel diatas karya-karya yang bisa anda bikin dari karton. Kotak pensil + bingkai photo kotak kado dan jika anda ingin memberi warna pada kertas daur ulang memakai bahan alami untuk mewarnai kertas daur ulang tersebut anda bisa memakai beberapa bahan yang bisa dipakai untuk memberi warna tersebut. Diantaranya :

a)      Kunyit

b)      Daun Jati

c)      Daun pandan Wangi

d)     Gambir

e)      Pacar Cina

f)       Nila

Penjelasan:

Kunyit : Kalau kita parut dan disaring akan menghasikan warna kuning. Daun Jati : Kalau diparut dan disaring akan menhasilkan warna merah. Daun Pandan Wangi : Kalau kita parut dan disaring akan menghasikan warna hijau. Gambir : Kalau kita parut dan disaring akan menghasikan warna hitam. Pacar Cina : Kalau kita parut dan disaring akan menghasikan warna merah muda. Nila : Kalau kita parut dan disaring akan menghasikan warna biru, kalau mau coba anda membuat kertas dengan warna baru.

Saat kertas bekas yang kecil-kecil mau direndam di air selama 1 hari, isilah airnya (sesudah disiram) dengan macam-macam bahan yang bisa memberikan warna yang bagus. Proses Daur Ulang Kertas. Proses daur ulang kertas bermula dari proses pemilahan limbah kertas dari limbah lainnya, mulai dari rumah tangga, sekolah, kantor-kantor atau di tempat manapun. Tahap awal ini sangat menentukan keberhasilan proses daur ulang secara keseluruhan. Setelah limbah kertas dipisahkan dari limbah lainnya, kemudian limbah kertas diangkut ke tempat penampungan sementara. Di sini, limbah kertas kembali disortir dan dipisahkan dari limbah lainnya. Baru kemudian setelah itu limbah kertas dipress (biasanya menjadi bentuk kotak) dan dikirimkan ke pabrik kertas atau paper mill untuk diproses lebih lanjut.

Di pabrik kertas, limbah-limbah kertas tersebut dihancurkan dan dicampur dengan air untuk membuat bubur kertas. Bubur kertas selanjutnya dicuci (washed), disaring (refined), lalu dijadikan bubur kertas. Untuk menghilangkan warna dari bubur kertas, selama pembuatan biasanya ditambahkan pula bahan kimia pemutih (bleaching agent) seperti hidrogen peroksida atau H2O2.

Setiap kali kertas didaur ulang, panjang seratnya berkurang, yang berpengaruh langsung terhadap kekuatan kertas yang dihasilkan. Kira-kira kertas dapat mengalami proses daur ulang sampai dengan tujuh kali proses. Produk Hasil Daur Ulang Limbah Kertas. Kertas yang diproduksi dari limbah kertas biasanya diklasifikasikan berdasarkan kualitas (kelas) atau grade. Setiap grade memiliki karakteristik yang berbeda. Secara umum, produk kertas hasil daur ulang biasanya dikelompokkan menjadi corrugated (bahan pembungkus barang), newsprint (kertas koran), mixed (dengan warna dan jenisyang berbeda) dan kertas kerja atau office paper. Jenis produk kertas daur ulang ditentukan oleh limbah kertas yang digunakan sebagai bahan bakunya. Limbah kertas kualitas rendah misalnya, biasanya dibuat kembali menjadi produk kertas kualitas rendah pula.

  1. Cara ke-4

a.)    Bahan-bahan yang diperlukan

Gambar 1 : Bahan-bahan kertas daun ulang

b.)    Cara membuat kertas daur ulang

Gambar 2 : Cara pembuatan kertas daur ulang

Contoh barang yang bisa dibuat dengan kertas daur ulang

Gambar 3 : Contoh barang yang terbuat dari kertas daur ulang

  1. Cara ke-5

Cara membuat kertas daur ulang sebenarnya sederhana dan tidak sulit. Sudah banyak yang membahas cara ini, tetapi bolehlah tips sederhana membuat kertas dengan cara mendaur ulang ini saya sampaikan kembali. Dengan membuat kertas daur ulang berarti telah mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Sehingga secara tidak langsung cara ini akan mengurangi penggunaan kertas dan sampah kertas. Sebelum membuat kertas daur ulang. Sobat perlu mempersiapkan beberapa peralatan dan bahan.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang:

  1. Kertas bekas
  2. Lem Kayu.
  3. Air.
  4. Zat Pewarna. Akan lebih baik jika menggunakan zat pewarna alami seperti dari kunyit atau serai dari pada zat pewarna buatan.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang:

  1. Screen sablon atau bingkai kayu dengan kain kasa seukuran kertas yang diinginkan.
  2. Ember untuk merendam atau sejenisnya.
  3. Blender.
  4. Papan atau triplek.
  5. Kain.
  6. Gunting.

Gambar 4 : Screen Sablon

Langkah-langkah membuat kertas daur ulang:

  1. Gunting-gunting kertas kemudian rendam dalam ember selama sehari semalam.
  2. Blender kertas dengan perbandingan air : kertas = 3 : 1 hingga menjadi pulp (bubur kertas).
  3. Masukkan pulp ke dalam bak atau ember yang telah diisi air seperempatnya.
  4. Masukkan zat pewarna secukupnya.
  5. Larutkan sedikit lem kayu (satu atau dua sedok makan) dengan air dan masukkan ke dalam bak berisi pulp. Aduk hingga rata.
  6. Siapkan papan atau triplek yang sebelumnya telah dilapisi dengan kain. Kemudian basahi papan dengan air.
  7. Masukkan screen ke dalam bak, saring pulp hingga air agak hilang dan ratakan. Saat menyaring jangan terlalu tebal.
  8. Letakkan screen secara terbalik di atas papan, gogok screen atau kain kasanya dengan perlahan sehingga pulp akan terlepas dari screen dan menempel pada papan

Gambar 5 : Proses pembuatan kertas daur ulang

  1. Tutup pulp di atas papan dengan kain yang sebelumnya telah dibasahi air.
  2. Langkah nomor tujuh hingga sembilan dapat diulang beberapa kali untuk mendapatkan kertas daur ulang beberapa lapis sekaligus. Jika tidak langsung lanjutkan ke langkah kesebelas.
  3. Tutup dengan papan atau triplek dan berikan pemberat di atasnya untuk mengepres.
  4. Biarkan selama kurang lebih satu jam hingga kandungan air berkurang. Setelahnya masing-masing pasang dapat dijemur di tempat yang panas. Ingat jemur bersama dengan kainnya.
  5. Setelah kering kainnya dapat dibuka dengan hati-hati. Atau jika ingin hasilnya lebih rapi, sebelumnya dapat disetrika terlebih dahulu.
  6. Selesai. Kertas hasil daur ulang telah jadi dan dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan tangan.

Gambar 6 : Contoh kertas daur ulang

Contoh kerajinan tangan menggunakan kertas bekas seperti gamabar dibawah ini:

Gambar 7 : Contoh barang yang terbuat dari kertas bekas

Gambar 8  ini adalah contoh barang-barang kerajinan tangan menggunakan kertas bekas.

Gambar 8 Contoh Kerajinan Bingkai Foto

Gambar 9  Gambar Bingkai Foto

  1. C.    Keuntungan dan Kerugian Pengolahan Kertas Bekas
  2. 1.      Keuntungan

Dengan adanya pengolahan kertas-kertas bekas memiliki keuntungan-keuntungan. Adapun keuntungan yang diperoleh adalah:

  1. Suatu upaya pemanfaatan kembali sampah kertas untuk mengurangi timbulan dan penumpukan sampah.
  2. Mencegah terjadinya penimbunan sampah kertas yang ada dilingkungan sekitar.
  3. Mencegah terjadinya bencana alam.
  4. Menimbulkan kreatifitas dalam memanfaatkan  kertas bekas.
  5. Mengurangi pengangguran.
  6. Melatih kreatifitas masyarakat untuk berkarya.
  7. Sumber tamabahan penghasilan masyarakat
  8. 2.      Kerugian

Dalam melakukan suatu usaha, kita perlu memperhitungkan resiko kerugian agar kita mampu meminimisasi kerugian untuk kemajuan usaha yang akan kita kelola. Seperti halnya dengan pembuatan jam dari bahan kertas daur ulang. Adapun resiko kerugian yang dapat terjadi adalah :

  1. Peralatan yang ada dirumah rusak sehingga memerlukan modal untuk pembelian peralatan baru agar usaha ini tetap berjalan.
  2. Barang yang dijual kurang diminati pasaran karena banyak jam yang dijual dengan bahan yang bukan terbuat dari kertas daur ulang.
  3. Kurangnya antusias masyarakat untuk berkreasi menggunakan bahan baku kertas bekas.
  4. Masyarakat kurang minat terhadap produk hasil kertas daur ulang.


BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. A.    Kesimpulan

Kertas bekas adalah kertas yang sudah pernah terpakai. Kertas bekas merupakan hal kecil yang sering dilupakan, namun dapat menjadi masalah yang sangat besar apabila tidak ditangani secara serius. Sampah kertas bekas yang awalnya hanya mengotori rumah, dapat diolah menjadi barang-barang yang memiliki fungsi sehingga bisa dipakai serta mempunyai nilai seni dan nilai ekonomis yang tinggi. Kertas-kertas bekas tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan seperti kap lampu, vas bunga, tempat tisu, tempat majalah, keranjang buah, tempat pensil, baki, keranjang sampah, dompet, wadah perhiasan, wadah telepon genggam, tempat pakaian kotor, asbak, hiasan dinding, dan lain-lain. Kini manusia dapat menemukan solusi yang menjajikan tentang sampah kertas bekas. Jika Masyarakat dapat memanfaatkan, mengembangkan, mengaplikasikan, mengolah, dan mengelola dengan baik maka masalah sampah kertas-kertas bekas dapat teratasi.

  1. B.     Saran

Dengan adanya makalah ini diharapkan agar manusia dapat lebih mengetahui manfaat dari sampah kertas yang berguna bagi masyarakat. Sehingga kita dapat mengembangkan karya atau seni yang ada dalam diri tiap individu.


BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Andri Desy. 2009. Pembuatan Gambar dari Kertas Bekas Dengan Teknik Kolase di Kelas III SD

(http://desyandri.wordpress.com/2009/02/11/pembuatan-gambar-dari-kertas-bekas-dengan-teknik kolase-di-kelas-iii-sd/)

Indriani Sulistya. 2009. Daur Ulang Kertas. (online)

(http://sulistyaindriani.wordpress.com/2009/06/02/daur-ulang-kertas/)

Justitia. 2008. Cara Mudah daur Ulang Kertas Bekas. (online)

(http://justitia.wordpress.com/2008/02/15/cara-mudah-daur-ulang-kertas-bekas/)

Musa Wliwangi.2011. caramembuatkertasbekas. (online)

(http://musa-bbd-wliwangi-artikel.blogspot.com/2010/01/cara-mudah-daur-ulang-kertas-bekas.html)

Tim Penyusun KBBI. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga.  Jakarta: Balai Pustaka.

 

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s